Kebudayaan
Provinsi Bengkulu
Beberapa saat yang lalu saya berkunjung ke salah satu
pusat kebudayaan / rekreasi di daerah Jakarta Timur, disana terdapat seluruh
kebudayaan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke, banyak yg dahulu saya
tidak ketahui menjadi tahu berkat banyaknya kebudayaan yang ditampilkan disana.
Untuk tugas softskill ini saya memilih kebudayaan
Provinsi Bengkulu untuk diteliti dan diceritakan. Bengkulu adalah salah
satu provinsi yang ada di Indonesia dan kota. Bengkulu inimenjadi ibu
kota dari provinsi Bengkulu itu sendiri yang terletak di kawasan
pesisir baratPulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia
dan berada pada
koordinat 300 45‘ – 300 59‘ Lintang Selatan dan 102014‘ – 1020 22‘ Bujur Timur
dengan
luas wilayah 151,7 km2 ditambah 1 pulau dengan
luas 2 Ha dan lautan seluas 387,6
Km2.Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawi kata bang yang
berarti ―pesisir‖ dan kulon
yang berarti ―barat‖, kemudian terjadi
pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan
kulon menjadi kulu .Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi
peristiwa gempa bumi besar yang diiringiTsunami yang membuat wilayah geografis
Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitartahun 1700-1800. Kejadian itu
sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapatahun dikosongkan.Di wilayah
Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan
etnisseperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai,
Kerajaan BalaiBuntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung
Agung, dan KerajaanMarau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi
vazal.
AGAMA
Agama yang dianut Masyarakat Bengkulu mayoritas
adalah Agama Islam yangmemang di Indonesia sendiri umumnya adalah menganut
Agama Islam dan juga terdapatagama lain seperti Kristen, Hindu, Budha, bahkan
ada yang menganut Animisme.
Adat dan istiadat yang cukup akrab
dengan masyarakat Bengkulu, di antaranya: Kain Bersurek, merupakan kain
bertuliskan huruf Arab gundul. Selain motif
kaligrafi, batik besurek Bengkulu juga memiliki motif lain seperti motif bunga
raflesia, motif burung kuau, motif relung paku, motif rembulan, dan banyak
lagi. Dilihat dari motifnya, maka batik besurek dapat dikatakan memiliki
karakter dan motif yang khas dan sangat unik dibandingkan Batik lain di
Indonesia yang hanya dapat dijumpai di Bengkulu.
Kepercayaan
masyarakat di Provinsi Bengkulu umumnya atau sebesar 95% lebih menganut agama
Islam. Upacara adat juga banyak dilakukan masyarakat di Provinsi Bengkulu
seperti, sunat rasul, upacara adat perkawinan, upacara mencukur rambut anak
yang baru lahir.
Salah satu
upacara tradisional adalah upacara "TABUT" yang sekarang populer
dengan nama “TABOT” yaitu suatu perayaan tradisional yang dilaksanakan dari
tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap tahunnya, untuk memperingati
gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad SAW oleh keluarga Yalid dari kaum
Syiah, dalam peperangan di Karbala pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT
tersebut dilaksanakan berbagai pameran serta lomba ikan – ikan, telong –
telong, serta kesenian lainnya yang diikuti oleh kelompok – kelompok kesenian
yang ada di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadikan ajang hiburan rakyat dan
menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan.
Terdapat
empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu, yakni: Bahasa
Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak. Penduduk Provinsi Bengkulu
berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri dari Suku Rejang, Suku Serawai,
Suku Melayu. Sedangkan lagu daerah yaitu Lalan Balek.
Di bidang
kehidupan beragama, kesadaran melaksanakan ritual keagamaan mayoritas penduduk
yang beragama Islam secara kuantitatif cukup baik. Kesadaran di kalangan pemuka
agama untuk membangun harmoni sosial dan hubungan intern dan antar-umat
beragama yang aman, damai dan saling menghargai cukup baik.
Falsafah
hidup masyarakat setempat, "Sekundang setungguan Seio Sekato". Bagi
masyarakat Bengkulu pembuatan kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama
yang sering kita dengar dengan bahasa pantun yaitu: "Ke bukit Samo
Mendaki, Ke lurah Samo Menurun, Yang Berat Samo Dipikul, Yang Ringan Samo
Dijinjing", artinya dalam membangun, pekerjaan seberat apapun jika
sama-sama dikerjakan bersama akan terasa ringan juga. Selain itu, ada pula "Bulek
Air Kek Pembukuh, Bulek Kata Rek Sepakat", artinya bersatu air dengan
bambu, bersatunya pendapat dengan musyawarah.
Di
Provinsi Bengkulu terdapat 9 Kabupaten yaitu : Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah,
Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Lebong, Kapahiang, Muko - Muko, Kaur, Seluma.
Dibawah ini saya mengabadikan foto pakaian adat dibeberapa Kabupaten yang ada
di Bengkulu.
Kab. Muko - Muko
Kab. Bengkulu Selatan
Kab. Bengkulu Utara
Kab. Rejang Lebong
Alat - alat musik tradisional
Provinsi Bengkulu
Di Bengkulu juga terkenal dengan tanaman bunga
bangkai yang sangat terkenal didunia yaitu bunga Rafflesia arnoldi, sayangnya
pas saya berkunjung yg ada hanya foto saja tidak aslinya, sedikit saya
menjelaskan tentang bunga yang satu ini :
Padma
raksasa (bahasa Latin: Rafflesia arnoldii) adalah tumbuhan parasit obligat yang
terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daunsehingga tidak mampu berfotosintesis. Penamaan
bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada
tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu (Sumatera) di
suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan,
sehinggaBengkulu dikenal di dunia
sebagai The
Land of Rafflesia atau Bumi
Rafflesia. Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan
bunga raksasa ini pertama kali. Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah
mengikuti ekspedisi yang dipimpin olehThomas Stamford Raffles. Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari
gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai
penemu bunga. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera,
terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional
Kerinci Seblat merupakan daerah
konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya,
terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu
jenis padma parasit, Rafflesia
padma.
Ini adalah rumah adat
Bengkulu yang saya kunjungi di tempat Kebudayaan / Rekreasi di Jakarta
sedikit saya
menerangkan tentang bangunan rumah adat ini :
Rumah Bubungan Lima adalah rumah adat resmi Provinsi
Bengkulu. Rumah Bubungan Lima termasuk jenis rumah panggung. “Bubungan
lima” sejatinya merujuk pada atap dari rumah panggung tersebut.
Selain “bubungan lima”, rumah panggung khas Bengkulu ini memiliki
bentuk atap lainnya, sperti “bubungan limas”, “bubungan
haji”, dan “bubungan jembatan”. Material utama yang digunakan adalah
kayu medang kemuning atau surian balam, yang berkarakter lembut namun tahan
lama. Lantainya terbuat dari papan, sementara atapnya terbuat dari ijuk enau
atau sirap. Sementara di bagian depan, terdapat tangga untuk naik-turun rumah,
yang jumlahnya biasanya ganjil (berkaitan dengan nilai adat).
Menilik sejumlah
literatur yang menerangkan tentang rumah adat ini, kesimpulan sementara yang
bisa diambil adalah, rumah ini bukanlah jenis tempat tinggal yang umum
ditempati masyarakat. Rumah Bubungan Lima (juga jenis rumah adat lainnya di
Bengkulu) merupakan rumah dengan fungsi khusus yang digunakan untuk ritus-ritus
adat atau acara khusus, seperti penyambutan tamu, kelahiran, perkawinan, atau
kematian. Rumah Bubungan Lima, merupakan salah satu prototipe hunian tahan
banjir, yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat
Bengkulu.
Ramli, dkk (1992), seperti dikutip oleh Larasati dalam http://prestylarasati.wordpress.com/),
menerangkan bahwa Rumah Bubungan Lima, dan rumah panggung warga Bengkulu pada
umumnya, terdiri atas beberapa bagian:
Bagian Atas:
Bagian Atas:
Bagian atas terdiri
dari:
1. Atap, terbuat dari ijuk, bambu, atau seng,
2. Bubungan, ada beberapa bentuk,
3. Pacu (plafon), dari papan atau pelupuh,
4. Peran, balok-balok bagian atas yang menghubungkan
tiang-tiang bagian atas,
5. Kap, kerangka untuk menempel kasau,
6. Kasau, untuk mendasi reng,
7. Reng, untuk menempel atap, dan
8. Listplang, suyuk, penyunting.
Bagian Tengah:
Bagian tengah terdiri dari:
Bagian tengah terdiri dari:
1. Kusen, kerangka untuk pintu dan jendela,
2. Dinding, terbuat dari papan atau pelupuh,
3. Jendela, bentuk biasa dan bentuk ram,
4. Pintu, bentuk biasa dan bentuk ram,
5. Tulusi (lubang angin), ventilasi, biasanya di
atas pintu dan jendela, dibuat dengan berbagai ragam hias,
6. Tiang penjuru,
7. Piabung, tiang penjuru halaman,
8. Tiang tengah,
9. Bendu, balok melintang sepanjang dinding.
Bagian Bawah
Sementara bagian bawah, terdiri dari:
Sementara bagian bawah, terdiri dari:
1. Lantai, dari papan, bambu, atau pelupuh,
2. Geladak, dari papan 8 dim dengan lebar 50cm,
dipasang sepanjang dinding luar di atas balok,
3. Kijing, penutup balok pinggir dari luar,
sepanjang keliling dinding,
4. Balok (besar), kerangka untuk lantai yang
memanjang ke depan,
5. Tailan, balok sedang yang berfungsi sebagai
tempat menempelkan lantai,
6. Blandar, penahan talian, melintang,
7. Bedu, balok diatas sebagai tempat meletakkan
rel,
8. Bidai, bamboo tebal yang dipasang melintang
dari papan lantai, untuk mempertahankan dari tusukan musuh dari bawah rumah,
9. Pelupuh kamar tidur, sejajar dengan papan
lantai (di atas bidai),
10. Lapik tiang, batu pondasi tiang rumahtiang rumah,
11. Tangga depan dan belakang.
Susunan Ruang dan Fungsinya
Susunan ruang Rumah Bubungan Lima (dan rumah panggung Melayu Bengkulu umumnya) beserta fungsinya, adalah sebagai berikut:
·
Berendo
Tempat menerima tamu
yang belum dikenal, atau tamu yang hanya menyampaikan suatu pesan (sebentar).
Selain itu juga dipergunakan untuk bersantai pada pagi atau sore hari. Bagi
anak-anak, berendo juga sering dipergunakan untuk bermain congkak, karet, dll
·
Hall
Ruang untuk menerima
tamu yang sudah dikenal baik, keluarga dekat, atau orang yang disegani. Ruangan
ini juga digunakan untuk tempat cengkrama keluarga pada malam hari, ruangan
belajar bagi anak-anak, dan sewaktu-waktu ruang ini digunakan untuk selamatan
atau mufakat sanak famili.
·
Bilik
Gedang
Bilik gedang atau
bilik induk merupakan kamar tidur bagi kepala keluarga (suami istri) serta
anak-anak yang masih kecil.
·
Bilik
Gadis
Biasanya terdapat pada
keluarga yang memiliki anak gadis, merupakan kamar bagi Si Anak Gadis. Selain
uantuk tidur juga digunakan untuk bersolek. Bilik gadis biasanya berdampingan
dengan bilik gedang, demi keamanan dan kemudahan pengawasan terhadap anak gadis
mereka.
·
Ruang
Tengah
Biasanya dikosongkan
dari perabot rumah, dan di sudutnya disediakan beberapa helai tikar bergulung
karena fungsi utamanya adalah untuk menerima tamu bagi ibu rumah tangga atau
keluarga dekat bagi si gadis. Di samping itu juga sering dipakai sebagai tempat
belajar mengaji. Bagi keluarga yang tidak memilki kamar bujang tersendiri,
kadang-kadang dipakai untuk tempat tidur anak bujang.
·
Ruang
Makan
Tempat makan keluarga.
Pada rumah kecil biasanya tidak terdapat ruang makan, mereka makan di ruang
tengah. Bila ada tamu bukan keluarga dekat, maka untuk mengajak tamu makan
bersama digunakan hal, bukan di ruang makan.
·
Garang
Tempat penyimpanan
tempayan air atau gerigik atau tempat air lainnya, juga dipakai untuk tempat
mencuci piring dan mencuci kaki sebelum masuk rumah atau dapur
·
Dapur
Ruangan untuk memasak
·
Berendo
Belakang
Serambi belakang,
tempat bersantai bagi kaum wanita pada siang atau sore hari, melepas lelah
setelah mengerjakan tugas, tempat mengobrol sambil mencari kutu.
Selain Rumah Bubungan Lima, di Provinsi Bengkulu juga terdapat rumah adat yang lain seperti Rumah Umeak Potong Jang, Rumah Kubung Beranak, Rumah Patah Sembilan, dan lain sebagainya.
Selain Rumah Bubungan Lima, di Provinsi Bengkulu juga terdapat rumah adat yang lain seperti Rumah Umeak Potong Jang, Rumah Kubung Beranak, Rumah Patah Sembilan, dan lain sebagainya.
Sumber :
- Taman Mini Indonesia Indah
- M. Finan Iskandar
- http://id.wikipedia.org/
- http://likaardila.blogspot.com/
- http://kebudayaanindonesia.net/
- http://go.bengkuluprov.go.id/
- http://www.academia.edu/











Tidak ada komentar:
Posting Komentar