Rabu, 03 Juni 2015

Kebudayaan Provinsi Bengkulu



            Beberapa saat yang lalu saya berkunjung ke salah satu pusat kebudayaan / rekreasi di daerah Jakarta Timur, disana terdapat seluruh kebudayaan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke, banyak yg dahulu saya tidak ketahui menjadi tahu berkat banyaknya kebudayaan yang ditampilkan disana.
            Untuk tugas softskill ini saya memilih kebudayaan Provinsi Bengkulu untuk diteliti dan diceritakan. Bengkulu adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan kota. Bengkulu inimenjadi ibu kota dari provinsi Bengkulu itu sendiri yang terletak di kawasan pesisir baratPulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia dan berada pada
koordinat 300 45‘ –  300 59‘ Lintang Selatan dan 102014‘ – 1020 22‘ Bujur Timur dengan
luas wilayah 151,7 km2 ditambah 1 pulau dengan luas 2 Ha dan lautan seluas 387,6 Km2.Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawi kata bang yang berarti ―pesisir‖ dan kulon
 yang berarti ―barat‖, kemudian terjadi pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng  dan
kulon menjadi kulu .Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi peristiwa gempa bumi besar yang diiringiTsunami yang membuat wilayah geografis Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitartahun 1700-1800. Kejadian itu sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapatahun dikosongkan.Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnisseperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan BalaiBuntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan KerajaanMarau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.
AGAMA
Agama yang dianut Masyarakat Bengkulu mayoritas adalah Agama Islam yangmemang di Indonesia sendiri umumnya adalah menganut Agama Islam dan juga terdapatagama lain seperti Kristen, Hindu, Budha, bahkan ada yang menganut Animisme.









 Adat dan istiadat yang cukup akrab dengan masyarakat Bengkulu, di antaranya: Kain Bersurek, merupakan kain bertuliskan huruf Arab gundul. Selain motif kaligrafi, batik besurek Bengkulu juga memiliki motif lain seperti motif bunga raflesia, motif burung kuau, motif relung paku, motif rembulan, dan banyak lagi. Dilihat dari motifnya, maka batik besurek dapat dikatakan memiliki karakter dan motif yang khas dan sangat unik dibandingkan Batik lain di Indonesia yang hanya dapat dijumpai di Bengkulu.
Kepercayaan masyarakat di Provinsi Bengkulu umumnya atau sebesar 95% lebih menganut agama Islam. Upacara adat juga banyak dilakukan masyarakat di Provinsi Bengkulu seperti, sunat rasul, upacara adat perkawinan, upacara mencukur rambut anak yang baru lahir.


Salah satu upacara tradisional adalah upacara "TABUT" yang sekarang populer dengan nama “TABOT” yaitu suatu perayaan tradisional yang dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Muharram setiap tahunnya, untuk memperingati gugurnya Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad SAW oleh keluarga Yalid dari kaum Syiah, dalam peperangan di Karbala pada tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT tersebut dilaksanakan berbagai pameran serta lomba ikan – ikan, telong – telong, serta kesenian lainnya yang diikuti oleh kelompok – kelompok kesenian yang ada di Provinsi Bengkulu, sehingga menjadikan ajang hiburan rakyat dan menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan.
Terdapat empat bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Bengkulu, yakni: Bahasa Melayu, Bahasa Rejang, Bahasa Pekal, Bahasa Lembak. Penduduk Provinsi Bengkulu berasal dari tiga rumpun suku besar terdiri dari Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu. Sedangkan lagu daerah yaitu Lalan Balek.
Di bidang kehidupan beragama, kesadaran melaksanakan ritual keagamaan mayoritas penduduk yang beragama Islam secara kuantitatif cukup baik. Kesadaran di kalangan pemuka agama untuk membangun harmoni sosial dan hubungan intern dan antar-umat beragama yang aman, damai dan saling menghargai cukup baik.
Falsafah hidup masyarakat setempat, "Sekundang setungguan Seio Sekato". Bagi masyarakat Bengkulu pembuatan kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama yang sering kita dengar dengan bahasa pantun yaitu: "Ke bukit Samo Mendaki, Ke lurah Samo Menurun, Yang Berat Samo Dipikul, Yang Ringan Samo Dijinjing", artinya dalam membangun, pekerjaan seberat apapun jika sama-sama dikerjakan bersama akan terasa ringan juga. Selain itu, ada pula "Bulek Air Kek Pembukuh, Bulek Kata Rek Sepakat", artinya bersatu air dengan bambu, bersatunya pendapat dengan musyawarah.

Di Provinsi Bengkulu terdapat 9 Kabupaten yaitu : Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Lebong, Kapahiang, Muko - Muko, Kaur, Seluma. Dibawah ini saya mengabadikan foto pakaian adat dibeberapa Kabupaten yang ada di Bengkulu.



Kab. Muko - Muko





Kab. Bengkulu Selatan



Kab. Bengkulu Utara





Kab. Rejang Lebong




Alat - alat musik tradisional
Provinsi Bengkulu






Di Bengkulu juga terkenal dengan tanaman bunga bangkai yang sangat terkenal didunia yaitu bunga Rafflesia arnoldi, sayangnya pas saya berkunjung yg ada hanya foto saja tidak aslinya, sedikit saya menjelaskan tentang bunga yang satu ini :

Padma raksasa (bahasa Latin: Rafflesia arnoldii) adalah tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daunsehingga tidak mampu berfotosintesis. Penamaan bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada tahun 1818 di hutan tropis Bengkulu (Sumatera) di suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan, sehinggaBengkulu dikenal di dunia sebagai The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia. Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali. Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin olehThomas Stamford Raffles. Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis padma parasit, Rafflesia padma.



Ini adalah rumah adat Bengkulu yang saya kunjungi di tempat Kebudayaan / Rekreasi di Jakarta
sedikit saya menerangkan tentang bangunan rumah adat ini :

Rumah Bubungan Lima adalah rumah adat resmi Provinsi Bengkulu. Rumah Bubungan Lima termasuk jenis rumah panggung. “Bubungan lima” sejatinya merujuk pada atap dari rumah panggung tersebut. Selain “bubungan lima”, rumah panggung khas Bengkulu ini memiliki bentuk atap lainnya, sperti “bubungan limas”, “bubungan haji”, dan “bubungan jembatan”. Material utama yang digunakan adalah kayu medang kemuning atau surian balam, yang berkarakter lembut namun tahan lama. Lantainya terbuat dari papan, sementara atapnya terbuat dari ijuk enau atau sirap. Sementara di bagian depan, terdapat tangga untuk naik-turun rumah, yang jumlahnya biasanya ganjil (berkaitan dengan nilai adat).
Menilik sejumlah literatur yang menerangkan tentang rumah adat ini, kesimpulan sementara yang bisa diambil adalah, rumah ini bukanlah jenis tempat tinggal yang umum ditempati masyarakat. Rumah Bubungan Lima (juga jenis rumah adat lainnya di Bengkulu) merupakan rumah dengan fungsi khusus yang digunakan untuk ritus-ritus adat atau acara khusus, seperti penyambutan tamu, kelahiran, perkawinan, atau kematian. Rumah Bubungan Lima, merupakan salah satu prototipe hunian tahan banjir, yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Bengkulu.
Ramli, dkk (1992), seperti dikutip oleh Larasati dalam http://prestylarasati.wordpress.com/), menerangkan bahwa Rumah Bubungan Lima, dan rumah panggung warga Bengkulu pada umumnya, terdiri atas beberapa bagian:
Bagian Atas:
Bagian atas terdiri dari:
1.      Atap, terbuat dari ijuk, bambu, atau seng,
2.      Bubungan, ada beberapa bentuk,
3.      Pacu (plafon), dari papan atau pelupuh,
4.      Peran, balok-balok bagian atas yang menghubungkan tiang-tiang bagian atas,
5.      Kap, kerangka untuk menempel kasau,
6.      Kasau, untuk mendasi reng,
7.      Reng, untuk menempel atap, dan
8.      Listplang, suyuk, penyunting.
Bagian Tengah:
Bagian tengah terdiri dari:
1.      Kusen, kerangka untuk pintu dan jendela,
2.      Dinding, terbuat dari papan atau pelupuh,
3.      Jendela, bentuk biasa dan bentuk ram,
4.      Pintu, bentuk biasa dan bentuk ram,
5.      Tulusi (lubang angin), ventilasi, biasanya di atas pintu dan jendela, dibuat dengan berbagai ragam hias,
6.      Tiang penjuru,
7.      Piabung, tiang penjuru halaman,
8.      Tiang tengah,
9.      Bendu, balok melintang sepanjang dinding.
Bagian Bawah
Sementara bagian bawah, terdiri dari:
1.      Lantai, dari papan, bambu, atau pelupuh,
2.      Geladak, dari papan 8 dim dengan lebar 50cm, dipasang sepanjang dinding luar di atas balok,
3.      Kijing, penutup balok pinggir dari luar, sepanjang keliling dinding,
4.      Balok (besar), kerangka untuk lantai yang memanjang ke depan,
5.      Tailan, balok sedang yang berfungsi sebagai tempat menempelkan lantai,
6.      Blandar, penahan talian, melintang,
7.      Bedu, balok diatas sebagai tempat meletakkan rel,
8.      Bidai, bamboo tebal yang dipasang melintang dari papan lantai, untuk mempertahankan dari tusukan musuh dari bawah rumah,
9.      Pelupuh kamar tidur, sejajar dengan papan lantai (di atas bidai),
10.  Lapik tiang, batu pondasi tiang rumahtiang rumah,
11.  Tangga depan dan belakang.

Susunan Ruang dan Fungsinya
Susunan ruang Rumah Bubungan Lima (dan rumah panggung Melayu Bengkulu umumnya) beserta fungsinya, adalah sebagai berikut: 
·         Berendo
Tempat menerima tamu yang belum dikenal, atau tamu yang hanya menyampaikan suatu pesan (sebentar). Selain itu juga dipergunakan untuk bersantai pada pagi atau sore hari. Bagi anak-anak, berendo juga sering dipergunakan untuk bermain congkak, karet, dll
·         Hall
Ruang untuk menerima tamu yang sudah dikenal baik, keluarga dekat, atau orang yang disegani. Ruangan ini juga digunakan untuk tempat cengkrama keluarga pada malam hari, ruangan belajar bagi anak-anak, dan sewaktu-waktu ruang ini digunakan untuk selamatan atau mufakat sanak famili.
·         Bilik Gedang
Bilik gedang atau bilik induk merupakan kamar tidur bagi kepala keluarga (suami istri) serta anak-anak yang masih kecil.
 ·         Bilik Gadis
Biasanya terdapat pada keluarga yang memiliki anak gadis, merupakan kamar bagi Si Anak Gadis. Selain uantuk tidur juga digunakan untuk bersolek. Bilik gadis biasanya berdampingan dengan bilik gedang, demi keamanan dan kemudahan pengawasan terhadap anak gadis mereka.
·         Ruang Tengah
Biasanya dikosongkan dari perabot rumah, dan di sudutnya disediakan beberapa helai tikar bergulung karena fungsi utamanya adalah untuk menerima tamu bagi ibu rumah tangga atau keluarga dekat bagi si gadis. Di samping itu juga sering dipakai sebagai tempat belajar mengaji. Bagi keluarga yang tidak memilki kamar bujang tersendiri, kadang-kadang dipakai untuk tempat tidur anak bujang.
·         Ruang Makan
Tempat makan keluarga. Pada rumah kecil biasanya tidak terdapat ruang makan, mereka makan di ruang tengah. Bila ada tamu bukan keluarga dekat, maka untuk mengajak tamu makan bersama digunakan hal, bukan di ruang makan.
·         Garang
Tempat penyimpanan tempayan air atau gerigik atau tempat air lainnya, juga dipakai untuk tempat mencuci piring dan mencuci kaki sebelum masuk rumah atau dapur
·         Dapur
Ruangan untuk memasak
·         Berendo Belakang
Serambi belakang, tempat bersantai bagi kaum wanita pada siang atau sore hari, melepas lelah setelah mengerjakan tugas, tempat mengobrol sambil mencari kutu.
Selain Rumah Bubungan Lima, di Provinsi Bengkulu juga terdapat rumah adat yang lain seperti Rumah Umeak Potong Jang, Rumah Kubung Beranak, Rumah Patah Sembilan, dan lain sebagainya. 

Sumber :
  •          Taman Mini Indonesia Indah
  •          M. Finan Iskandar
  •          http://id.wikipedia.org/
  •          http://likaardila.blogspot.com/
  •         http://kebudayaanindonesia.net/
  •          http://go.bengkuluprov.go.id/
  •         http://www.academia.edu/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar